Pelatihan relawan baru with Kisara’s team at Wisma Nangun Kerti
Sebuah kisah
Seorang gadis merasa kesepian, tidak… ia tak kesepian tetapi selalu merasa kurang perhatian atau entahlah apa namanya. Ia selalu mencari kehangatan, kebaikan hati dan kasih sayang. Bermain dengan banyak burung, menari, bernyanyi dan bercengkrama. Apa semua yang ia dapat dari kekasihnya terasa kurang? Tidak juga, itu lebih dari cukup. Bahkan sangat berlimpah. Sang gadis serakah! Mungkin juga… atau murahan.
Ketika ditanya, sambil terisak sang gadis menajawab, ” Aku suka diperlakukan dengan sangat manis, dimanja dan disayang. Begitu juga sebaliknya. Bukankah Tuhan mengajarkan kita untuk saling mengasihi sesama bahkan dengan semua ciptaannya? Aku tidak serakah. Aku tidak melecehkan diriku. Aku menjaganya dengan sangat baik. Aku juga bukan mengemis. Ini adalah sebuah proses memberi dan diberi. Aku tidak melakukan suatu pelanggaran, jangan salahkan aku. ”
Cinta
Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Definisi :
Para pakar telah mendefinisikan dan memilah-milah istilah ini yang pengertiannya sangat rumit. Antara lain mereka membedakan:
1. Cinta terhadap keluarga
2. Cinta terhadap teman-teman, atau philia
3. Cinta yang romantis atau juga disebut asmara
4. Cinta yang hanya merupakan hawa nafsu atau cinta eros
5. Cinta sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
6. Cinta dirinya sendiri, yang disebut narsisisme
7. Cinta akan sebuah konsep tertentu
8. Cinta akan negaranya atau patriotisme
9. Cinta akan bangsa atau nasionalisme
Etimologi :
Beberapa bahasa, termasuk bahasa Indonesia atau bahasa Melayu apabila dibandingkan dengan beberapa bahasa mutakhir di Eropa, terlihat lebih banyak kosakatanya dalam mengungkapkan konsep ini. Termasuk juga bahasa Yunani kuna, yang membedakan antara tiga atau lebih konsep: eros, philia, dan agape.
Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam. Menurut Erich Fromm, ada empat syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu:
1. Pengenalan
2. Tanggung jawab
3. Perhatian
4. Saling menghormati
Jenis-jenis cinta :
Seperti banyak jenis kekasih, ada banyak jenis cinta. Cinta berada di seluruh semua kebudayaan manusia. Oleh karena perbedaan kebudayaan ini, maka pendefinisian dari cinta pun sulit ditetapkan. Lihat hipotesis Sapir-Whorf.
Ekspresi cinta dapat termasuk cinta kepada ‘jiwa’ atau pikiran, cinta hukum dan organisasi, cinta badan, cinta alam, cinta makanan, cinta uang, cinta belajar, cinta kuasa, cinta keterkenalan, dll. Cinta lebih berarah ke konsep abstrak, lebih mudah dialami daripada dijelaskan. Cinta kasih yang sudah ada perlu selalu dijaga agar dapat dipertahankan keindahannya
Cinta antar pribadi :
Cinta antar pribadi menunjuk kepada cinta antara manusia.
Beberapa unsur yang sering ada dalam cinta antar pribadi:
* Afeksi: menghargai orang lain.
* Altruisme: perhatian non-egois kepada orang lain (yang tentunya sangat jarang kita temui sekarang ini).
* Reciprocation: cinta yang saling menguntungkan (bukan saling memanfaatkan).
* Commitment: keinginan untuk mengabadikan cinta, tekad yang kuat dalam suatu hubungan.
* Keintiman emosional: berbagi emosi dan rasa.
* Kinship: ikatan keluarga.
* Passion: Hasrat dan atau nafsu seksual yang cenderung menggebu-gebu.
* Physical intimacy: berbagi kehidupan erat satu sama lain secara fisik, termasuk di dalamnya hubungan seksual.
* Self-interest: cinta yang mengharapkan imbalan pribadi, cenderung egois dan ada keinginan untuk memanfaatkan pasangan.
* Service: keinginan untuk membantu dan atau melayani.
* Homoseks: Cinta dan atau hasrat seksual pada orang yang berjenis kelamin sama, khususnya bagi pria. Bagi wanita biasa disebut Lesbian (lesbi).
Energi seksual dapat menjadi unsur paling penting dalam menentukan bentuk hubungan. Namun atraksi seksual sering menimbulkan sebuah ikatan baru, keinginan seksual dianggap tidak baik atau tidak sepantasnya dalam beberapa ikatan cinta. Dalam banyak agama dan sistem etik hal ini dianggap salah bila memiliki keinginan seksual kepada keluarga dekat, anak, atau diluar hubungan berkomitmen. Tetapi banyak cara untuk mengungkapkan rasa kasih sayang tanpa seks. Afeksi, keintiman emosi dan hobi yang sama sangat biasa dalam berteman dan saudara di seluruh manusia.
Gempa…
Bulan oktober, ada yang berbeda ketika mengawalinya. 30 September 2009, Gempa bumi Sumatra Barat merupakan gempa tektonik yang berasal dari sesar geser semangko, gempa ini berkekuatan 7,6 Skala Richter menggetarkan pertiwi Padang-Pariaman, serta gempa di Jambi berkekuatan 7,0 Skala Ritcher. Lagi, tak henti rasanya bencana melanda. Hari begitu muram setelahnya. Mendung menaungi semuanya. Terisak di setiap sudut, menderai air dari ribuan mata. Duka menyelimuti ketika kala menginjak petang. Luka, hilang, tewas, pedih. Jauh dari bayang-bayang keriangan. Musnah sudah tawa. Terbang bersama deburan debu dari longsoran tanah. Tak kuasa menatap pemandangan itu, TV pun dimatikan. Sekali lagi, hanya doa yang dapat kuucap. Kekuatan, ketabahan, dan besar hati…. semoga ini semua dapat menjadikan kita kuat.
14 hari telah berlalu dengan bisu
(9:18:38 AM) hari ini lelah, capek, BT, ngantuk, pegel,lengkap sudah aura negatif memulai pagi ini
(9:19:00 AM) bis begadang smalem, ada odalan ampe jm12 trs lanjut beres2 ampe jm3. bangun tadi jm6 dg kepala berat
(9:19:25 AM) ampe dikantor liat kerjaan yang itu-itu aja sama kaya kemarin, 2hr yg lalu, sebulan yang lalu, bahkan setahun yang lalu jg sama. bosan hiks… T_T
(9:19:47 AM) mau larriiii….. teriak… nangis….. bobo… masi ngantuk
(9:19:53 AM) zzzzzzzzzzz…..
(9:21:13 AM) tapi bukan bermaksud membebani mu sayang, aku hanya ingin menumpahkan rasa yang ada. tidak usah ditanggapi.
(9:21:25 AM) Aku sangat merindukanmu….
Teruntukmu, saudaraku Odit…
Aku mengenalmu sekali lagi, ketika pagi baru memulai harinya kau tiba dengan tubuh basah kuyup menenteng tas di tangan kanan dan helm di tangan kiri. Sudah pasti kau dingin dan juga lelah. Perjalananmu menuju rumahku cukup jauh. Demi sebuah cita-cita yang kau impikan. Disini, di tanah Bali akan kau mulai masa depanmu. Bersama kita, saudara-saudara perempuanmu. Kuharap kita satu, membangun sebuah hubungan yang belum kokoh sementara ini dengan jalinan benang-benang tawa dan serpihan canda. Kuharap kita dapat menulis sebuah kisah untuk kita nanti kenang dan bagikan pada dunia.
Pertiwi bergetar dan lalu menitikkan air mata
Pagi ini hujan, diluar dingin, mendung begitu tebal menghalangi pandangan dari langit biru yang biasanya cerah menawarkan segala keceriaan dan semangat. membungkus seluruh asa didalam kekelaman. Inikah pertanda musim hujan akan datang? Kemarin gempa, menggetarkan pertiwi yang sedang istirahat tidur siang. menghembuskan secarik berita dari mereka yg resah, takut, dan gelisah akan terjadinya kembali trauma masa silam. Pertandakah ini? Karena seperti biasa Sang Maha Tahu, selalu memberi firasat kepada insan-insan yg dekat dengannya bahwa Ia sedang “tak nyaman”. Namun, bencana tetap terjadi karena tak seorangpun mengindahkanNya atau memang hanya kehendakNya.
Aku masih terpaku menatap reruntuhan air di halaman depan. Bagai bersorak riang pertiwi merayakan datangnya hujan sebagai penghapus dahaga. Tumbuh-tumbuhan menggeliat semangat menikmati guyurannya. Semua bangsa bunga sumringah, menengadahkan senyumannya. Rerumputan menari-nari mengoyangkan helainya mengikuti irama hujan. Dinginnya udara menyuguhkan kenikmatan dibalik selimut wol yg masih membungkus tubukku. Menghirup secangkir susu kedelai buatan bunda, memberi kenyamanan pada organ-organ yg dialiri.
Menanti kapan hujan akan reda membuatku sejenak menelusuri jejak-jejak masa lalu. Ketika pertiwi dibalut hamparan sawah, dinaungi pohon-pohon jati, beringin, damar, bayur atau kelapa. Ketika pucuk-pucuk pinus menawarkan kesegaran, barisan burung berbagi dahan untuk membangun sarang. Dan kini, ketika jejak-jejak itu hanya berupa kenangan, aku kembali pada reruntuhan air yang mengguyur halaman depan. Teringat kembali akan gempa kemarin dan trauma masa silam. Hanya sebaris doa yang terucap, semoga semua akan baik-baik saja.
Mendung tak berarti hujan
Aku tersentuh oleh kata-katanya, oleh setiap kalimat yang tersurat, manis dan indah. Terkesan berlebih namun tanpa paksaan. Bukan rayuan tetapi terdengar memuja. Seperti ingin meraih namun terasa begitu jauh. Ketika mencoba mendekat, walau satu langkah saja terekam keraguan. Setiap kali di dekatnya ada getar tak terungkap. Sebenarnya apa yang dia rasa? Bahagia atau sedihkan? Tak karuan…. Setiap geriknya, setiap lakunya membuat raga ini serba salah, gelisah dan meronta. Selalu ingin menyelesaikam sebuah cerita yang belum tuntas. Perhatiannya tertangkap lebih dari sekedar perhatian biasa. Namun siapa tak dapat menduga apa yang dia sembunyikan. bersembunyi disetiap kedipan matanya, bersembunyi di setiap tarikan nafasnya. Tak tertangkap oleh indra. Tak terbaca bagai kalimat. Buram, seperti gelas kaca tersiram es. Terkadang dingin, menggigilkan tubuh, terpaku, basah oleh tatapan matanya, namun terkadang hangat bagai selimut wol rajutan bunda. Terkadang lembut membuai hingga ceruk hati. Membingungkan. Tetapi, aku hanya menikmatinya. Menikmati rasa yang tak dapat ku utarakan namanya. Tak dapat ku suarakan nadanya. Mungkin hanya hati yang paham suara dan nada yang terlantun dari hatinyapun. Mendung tak berarti hujan. Lakunya pun tak berarti sesuatu yang penting untuk ku ketahui. Hanya sekedar menikmati. Sesuatu yang mengalir bahagia di celah-celah hati ini. Dan mungkin dia pun tak pernah tau dan menyadarinya.
Pantang klo ga menggambar
Energi berkarya sedang ada di puncak. Kali ini sedang demen-demennya menggambar. Belum genap seminggu aku telah menyelesaikan vas bunga dan sekarang tergantung rapi di dinding ruang tamuku. Semalam aku juga telah menyelesaikan satu sketsa wajah si imut conan. Baru tercetus siang ini ide belajar membuat karikatur. Sepertinya menarik. Pertama-tama ku tanya pada paman google, kira2 ada ga ya buku panduan belajar karikatur? Eh ternyata ada satu buku karya anak negeri yang berjudul “Kiat mudah membuat Karikatur ” karangan Pramono R. Pramoedjo. Tapi tidak mengulas isi buku. mungkin aku bisa coba mencari esok di Gramedia atau toko buku yang lain. Satu lagi terbitan Gramedia “Jurus Pintar Kartunis Teknik Dasar Menggambar Kartun untuk Pemula ” karya Nasim Halim.
Namun pastikan aku meng-post-kan karyaku nanti pada blog ini. Sekarang, saatnya belajar dulu.
Senin 08/06/09
Minggu ini sangat berat aku lalui. Berawal dari hari senin yang sibuk hingga sabtu yang lemas. Senin, aku bangun dengan mata yang masih sangat mengantuk. Ini akibat liburan kemarin yang terlalu bersemangat sehingga sampai larut malam baru kembali. Kemudian bibir terasa perih dan sepertinya agak sedikit bengkak. Aku curiga sariawanku bertambah parah. Padahal sudah rajin ku obati dengan Albothyl. Aku sangat membenci penyakit ini. Namun setelah ku periksa, bukan sariawanku namun bibirku berwarna merah sekali dan kaku. ketika ku gerakkan terasa perih seperti luka yang berkontraksi, sedangkan sariawanku telah sembuh sesuai harapan. My God.. penyakit apa lagi ini?
Aku mengingat-ingat kira-kira apa penyebeb dari perubahan pada bibirku pagi ini. Namun ku menemukan banyak hal yang bisa saja menjadi faktor bencana ini. Kembali ku bergelut dengan cairan pekat dan pahit berwarna coklat Albothyl. Aawww… perih sekali, namun tahan. Ku yakin 1 atau 2 hari lagi pasti kering dan sembuh.
Berangkat ke kantor. Hari senin, sudah pasti dan tentu akan banyak pekerjaan yang menunggu. Biasa karena sistem kerja di kantorku terhubung dengan agent-agent diluar yang menggunakan sistem direct sent booking, maka bookingan hari sabtu dan minggu menumpuk ingin dikerjakan pada hari senin di tambah bookingan yang datang hari itu juga. Belum lagi harus membuat laporan mingguan yang memang terbit di hari senin. Dengan bibir bengkak dan perih aku terbenam di antara tumpukan kertas bookingan. Tidak ada yang memanggil namaku saja aku sudah sangat bersyukur. Aku tidak siap menghadapi hal-hal selain menyelesaikan pekerjaanku dan segera pulang jika diijinkan dengan bibit yang seperti bibir kuda nil disengat tawon.
Selasa berlalu dengan masih seperti hari senin, hanya saja tumpukan kertas-kertas telah menipis dan hampir selesai jika cepat ku kerjakan.
Hari rabu, tak pernah ku bayangkan. Bibirku sedikitpun tak menunjukkan tanda-tanda kesembuhan, malah semakin merah dan perih. pagi hari ku lihat ada darah di antara kulit ari di bibir yang mengelupas. Walaupun sedikit namun cukup membuat semangatku terjun semakin rendah. Aku menyerah sajalah. Aku putuskan membawanya ke dokter. Aku takut, jangan-jangan ini bukan sariawan atau dampak dari panas dalam biasa dan akhirnya ibuku membawaku ke dukun. Aaaaaaa…… tidaaak… Aku berharap dokter tak mengatakan hal yang buruk. Jam baru menunjukkan pukul 13.35. Masih lama sekali jam pulang kantor.Tak bisa ku menunggu lagi. Akhirnya aku meminta ijin untuk pulang lebih awal dan menuju suatu tempat yang aku yakin bisa menolongku. Ibu agus, seorang bidan yang menanganiku dari sebelum aku dilahirkan, masa kanak-kanakku hingga kini hampir mau tumbuh uban, sebenarnya tidak sesuai cocok sekali kedengarannya pergi ke bidan. Tapi itulah kenyataanya. Tanpa basa-basi beliau memeriksa bibirku dan dapatlah beliau menyimpulkannya. Over dosis obat, kurang lebih itu maksudnya. Memang, sebelum aku mendapatkan penyakit yang sebelumnya ku sebut aneh ini, aku mendapatkan sebuah sariawan di bibir bawah sebelah kiri. Untuk mengobati, ku gunakan cairan Abothyl dgn cara meneteskannya pada luka, bukan menekan2 dg kapas seperti yang di anjurkan. Maksudku sbnrnya adalah supaya cepat sembuh, namun ternyata membawa petaka. Albothyl adalah obat keras yang bisa melepuhkan kulit bila digunakan terus-menerus. Apalagi kulit pada bibir. Bisa dibayangkan bagaimana itu tidak membuat bibirku bengkak seperti bibir kuda nil disengat tawon. Haha.. “Istirahat, makan tomat dan banyak minum. Ini Ibu berikan tablet vitamin” Hanya itu anjurannya, sehingga ku putuskan untuk mengambil libur di hari kamis.
Jumat, bengkak dibibir sudah mengecil hampir normal kembali. hanya saja masih terlihat sedikit iritasi berwarna merah. Masih terasa nyeri ketika terkena air saat minum, ketika makan dan ketika ku oleskan madu. Mungkin sedang terjadi proses pembentukan jaringan kulit ari yang baru.
Sabtu, aku terbangun dengan badan yang pegal-pegal, lemas sekali, bibirku masi terasa nyeri dan kering. Besok, ya besok harus sembuh. Terasa lelah dan bosan sekali dengan penyakit ini. Dan seninpun datang. Walau masih tetap nyeri, tapi kini aku dapat kembali ke kantor dengan tidak menanggung malu lagi hehe…



