header image
 

Mendung tak berarti hujan

Aku tersentuh oleh kata-katanya, oleh setiap kalimat yang tersurat, manis dan indah. Terkesan berlebih namun tanpa paksaan. Bukan rayuan tetapi terdengar memuja. Seperti ingin meraih namun terasa begitu jauh. Ketika mencoba mendekat, walau satu langkah saja terekam keraguan.  Setiap kali di dekatnya ada getar tak terungkap. Sebenarnya apa yang dia rasa? Bahagia atau sedihkan? Tak karuan….  Setiap geriknya, setiap lakunya membuat raga ini serba salah, gelisah dan meronta. Selalu ingin menyelesaikam sebuah cerita yang belum tuntas. Perhatiannya tertangkap lebih dari sekedar perhatian biasa. Namun siapa tak dapat menduga apa yang dia sembunyikan. bersembunyi disetiap kedipan matanya, bersembunyi di setiap tarikan nafasnya. Tak tertangkap oleh indra. Tak terbaca bagai kalimat. Buram, seperti gelas kaca tersiram es. Terkadang dingin, menggigilkan tubuh, terpaku, basah oleh tatapan matanya, namun terkadang hangat bagai selimut wol rajutan bunda. Terkadang lembut membuai hingga ceruk hati. Membingungkan. Tetapi, aku hanya menikmatinya. Menikmati rasa yang tak dapat ku utarakan namanya. Tak dapat ku suarakan nadanya. Mungkin hanya hati yang paham suara dan nada yang terlantun dari hatinyapun. Mendung tak berarti hujan. Lakunya pun tak berarti sesuatu yang penting untuk ku ketahui. Hanya sekedar menikmati. Sesuatu yang mengalir bahagia di celah-celah hati ini. Dan mungkin dia pun tak pernah tau dan menyadarinya.

~ by e-twinkle on August 27, 2009.

Leave a Reply