Teruntukmu, saudaraku Odit…
Aku mengenalmu sekali lagi, ketika pagi baru memulai harinya kau tiba dengan tubuh basah kuyup menenteng tas di tangan kanan dan helm di tangan kiri. Sudah pasti kau dingin dan juga lelah. Perjalananmu menuju rumahku cukup jauh. Demi sebuah cita-cita yang kau impikan. Disini, di tanah Bali akan kau mulai masa depanmu. Bersama kita, saudara-saudara perempuanmu. Kuharap kita satu, membangun sebuah hubungan yang belum kokoh sementara ini dengan jalinan benang-benang tawa dan serpihan canda. Kuharap kita dapat menulis sebuah kisah untuk kita nanti kenang dan bagikan pada dunia.

Leave a Reply